Wednesday, May 10, 2006

Makassarku.. Please Dong! From: helvine hp <+62815252xxxx> 09-May-06 15:08 Ra ada isu pembantu dibunuh sama org chinese di pelita marga mas (latimojong) trus katanya g latimojong sdh ditutup. Byk toko yg tutup takut kerusuhan lagi. Kalo ndak ada yg penting jgnko dulu keluar. Sms di atas adalah sms dari teman gw, yang gw baca setelah dengan santainya tanpa mengetahui keadaan, nyetir dari kampus, ke rumah, kemudian ke klinik, trus ke travel. Gw agak kaget, lalu tersadar, pantesan sepanjang perjalanan ke travel ini (yang kebetulan berada di wilayah chinatown) toko-toko pada tutup semua. Lalu gw tanya kembali ke teman gw ini: To: helvine hp <+62815252xxxx> 09-May-06 16:29 Vine baru ka liat smsmu, betulan kah itu? Sy lg di anta ini. Pantes dr tadi byk toko tutup sy lihat. Dan dibalas: From: helvine hp <+62815252xxxx> 09-May-06 16:31 Kayanya trus katanya mrk jln/konvoi ki kalo ko plg jgnko lewat latimojong. Agak panik juga, setelah menyelesaikan segala urusan di travel, gw dan beberapa teman langsung pulang. Akhirnya gw memilih lewat jalur tol agar terhindar dari lokasi yang dimaksudkan di sms teman gw tadi. Sampai di rumah gw tuh belum terlalu percaya akan isu ini. Akhirnya gw buka MetroTV dan waktu itu sedang ditayangkan Headline News: Makassar Mencekam. Juga baca berita di Detik.com. Pada saat itu gw langsung merinding. Bayangan delapan tahun lalu, bulan September tahun 1997, kembali terulang di benak gw. Tragedi pembantaian yang mirip bulan Mei tahun 1998 di Jakarta. Hanya saja karena di daerah, kejadian itu kurang terekspos, padahal sebelum Jakarta dengan tragedi Mei-nya, Makassar sudah duluan dengan tragedi September 1997, tepatnya tanggal 16-19 September 1997. --- Oke mungkin ada baiknya gw ceritain sedikit ya.. Tanggal 16 September 1997 itu, gw masih seorang mahasiswa baru di FKG UNHAS. Gw di kampus waktu itu sudah mendengar bahwa ada kerusuhan yang membantai etnis Tionghoa di kota. Oleh karena itu, waktu pulang dari kampus, gw dan beberapa teman diantar pulang, numpang gitu. Gw bukan etnis Tionghoa, tapi tampang Manado gw yang berkulit putih dengan mata asia membuat gw menjadi salah satu kandidat untuk dibantai. Keluarga gw juga berperawakan seperti gw. Sampai di rumah, suasana adem ayem saja. Sama sekali tidak berpikir bahwa massa mungkin saja menuju ke rumah. Dengan santainya gw masih sempat ngecek e-mail, bahkan mengirim beberapa e-mail juga. Tiba-tiba gw mendengar ada suara yang banyak, diikuti dengan suara ledakan dan pecahan kaca. Tidak lama setelah itu kaca di rumah gw dilempari! PRAAANG! Bertubi-tubi. Semua panik. Gw langsung ngasih tau nyokap gw yang lagi di kamar mandi, " Ma, mereka sudah datang! Di depan rumah! Kita diserang!" Nyokap buru-buru keluar. Dan pada saat itu tidak ada seorang pun laki-laki yang ada. Yang ada di rumah hanya oma, nyokap, kakak gw yg masih newly-wed selama 2 minggu, pembokat gw serta anaknya, dan gw sendiri. Satu-satunya lelaki di rumah ini, suami kakak gw, lagi jagain gereja. Kami semua langsung masuk ke kamar nyokap yang terletak agak belakang dari rumah. Pintu dikunci, dan kami mulai berdoa. Kakak gw dan oma gw yang beragama katolik, segera memulai doa rosario. Gw, nyokap dan pembokat gw beragama kristen protestan, segera pula memanjatkan doa yang sangat banyak dan panjang. Kira-kira 20 menit, pagar di depan rumah gw sepertinya bobol, dan massa terdengar sudah mengelilingi rumah (gw dengar karena jendela kamar nyokap gw langsung menghadap ke kebun di luar rumah. Suasana saat itu sudah sangat menakutkan. Gw sudah pasrah, mungkin ini akhir dari hidup gw. Puji Tuhan, tiba-tiba listrik mati, jadi para perusuh itu tidak bisa melihat ke dalam rumah. Tuhan mendengar doa kami, tidak lama datang tentara yang mengamankan para perusuh yang sudah masuk ke rumah gw dan rumah lainnya. Kalau tidak, kalian tentunya tidak pernah mengenal seorang rara yang punya blog di sini, yang kalian baca postingnya sekarang. --- Setelah peristiwa tersebut, sampai sekarang kalau gw melihat ada kemacetan di jalan atau ada ribut-ribut dengan suara yang banyak, gw pasti langsung tegang. Gw trauma. Makanya, pas kejadian kemarin ini, gw sempat tegang. Gw trauma. Gw tidak mau kejadian pada diri gw dulu, terulang lagi. Sambil terus memonitor keadaan via nonton berita di televisi atau browsing di Detik.com, gw juga berusaha menenangkan diri sambil chatting dan arisan di Y!M, mengunjungi forum Blogfam, dan nge-junk di milis Kampung Gajah. Thanks buat teman-teman di Kampung Gajah yang concern sama diriku. Makasih banget.. *hugz* Berita-berita terus di-update, hingga jauh malam, keadaan diberitakan sudah terkendali. Tapi terkendali di sini belum berarti 100% aman. Sebab ternyata di perbatasan ada banyak truk yang tertahan. Truk-truk ini mengangkut massa dari luar daerah untuk ikutan ngerusuh. Mudah-mudahan tidak jebol. Sebab kalau pertahanan jebol, gw sudah ga tau mau bilang apa. Tamatlah sudah. Pagi tadi, gw bangun dan dengar berita bahwa keadaan sudah aman terkendali. TAPI... Kenyataan adalah... Ternyata beberapa mahasiswa yang bebal malah melakukan aksi sweeping terhadap masyarakat dengan etnis Chinese. Hah?! Dasar otak udang! Ngakunya mahasiswa tapi melakukan hal yang sangat tidak berpendidikan. Beritanya dapat dilihat di Detik.com Berikut rangkaian berita di detik tentang di Makassar kemarin: - Dilanda Isu SARA, Kota Makassar Tegang - Massa Terus Bertambah, Puluhan Toko di Makassar Tutup - Polisi Tangkap Pembunuh PRT di Makassar - Makassar Mencekam, Isu Bermotif SARA Berseliweran - JK Imbau Warga Makassar Tenang - Mabes Polri Belum Instruksikan Back Up Polda Sulsel - Massa Bubar, Pembunuh PRT di Makassar Diduga Kelainan Jiwa - Kapolri: Makassar Terkendali - Buntut Isu SARA, Mahasiswa Datangi Mapolwiltabes Makassar - Wandi Kerap Memukuli Dua Pembantunya - Sekelompok Mahasiswa Akan Sweeping Warga Tionghoa Please pray for us in Makassar.. [-O< Hope for the best happen..

Friday, April 28, 2006

Jealousy! Campur aduk. Ga karuan. Ya aku tau bukan karenamu. Tapi tidak tahu kenapa. Airmata mengalir. Deras tidak mau berhenti. Tolong.. Ku tidak bisa berhenti mencintaimu! Ku tidak bisa kehilanganmu! Dan ku tidak bisa mengatakannya dengan tegas. I hate this funny feeling! Is this called.. jealousy? Ah! Jealousy + PMS A perfect match! A perfect match to kill a girl in a sorrow.

Saturday, March 18, 2006

Bali, Pasca 2nd Bali Bomb Gw bukan baru dari Bali, tapi nyokap gw. Dia ke sana dalam rangka menghadiri seminar nasional yang diadakan di Bali. 2 hari yang lalu gw menjemput nyokap di airport. Trus dalam perjalanan pulang nyokap cerita-cerita tentang pengalamannya di Bali. Baik mengenai seminarnya, tempat tinggal, makanannya, sampai mengenai orang-orang Bali-nya. Banyak orang yang tidak tahu tentang ini. Bali setelah bom Bali kedua yang terjadi tanggal 1 Oktober 2005 kemaren ternyata menyisakan akibat yang lebih parah daripada setelah bom Bali pertama. Gw pertama kali ke Bali itu sebelum ada bom Bali. Tahun 2000, rame-rame ama teman-teman dari fakultas. Bali rame banget! Banyak turis, banyak bule, banyak orang yang berbahasa yang bahasanya bukan bahasa Indonesia. Gw aja sampai pangling (apalagi yang di Kuta), gw nggak bisa bedain apakah gw masih di Indonesia atau sudah di luar negeri. Setelah bom Bali pertama.. Gw ke sana tahun 2003 dalam rangka kongres APDSA (Asia Pacific Dental Students' Association), di satu tahun pertama masih tidak terlalu banyak orang. Ada turis, tapi sedikit. Hanya satu-dua orang. Lebih banyak turis Asia maupun turis domestik. Kembali gw ke sana pada tahun 2004 ama nyokap, turis-turis bule sudah mulai bertebaran. Tempat bom Bali di Padma itu dibikinkan monumen yang gede banget. Pariwisata Bali udah mulai terasa lagi. Tapi, perbandingan antara turis luar dan turis domestik, masih lebih banyak turis domestik. Pergi belanja, seperti biasa mau nyari ukuran 'gede' dengan harga murah (biasanya kan pada jual ukuran orang2 bule gitu, M muat di gw, tapi kalau ukuran lokal XL-pun dipertanyakan :D), ternyata yang paling besar itu adalah XL dengan ukuran lokal. Mini-mini semuah!! Kata penjualnya, "iya mbak, sekarang ukurannya banyak yang kecil-kecil, soalnya turis-turis yang datang kebanyakan orang Indonesia saja." Nyokap dan gw pergi ngurut kaki (nyokap) dan bikin tato (gw) di pantai Kuta. Tukang urutnya nyokap itu cerita waktu sebelum bom Bali, rame banget. Satu hari dia bisa dapat 4-5 pelanggan. Tapi setelah bom Bali, satu pun syukur dalam 1 minggu! :( Pernah si ibu itu selama 1 bulan tidak dapat pelanggan, sampai dia harus mengais-ngais sisa-sisa makanan yang masih bisa dimakan. Hiks.. Padahal tahun 2004 itu Bali sudah mulai dipromosikan ke mana-mana supaya turis-turis mau datang lagi. Dan efeknya pada tahun 2005, turis-turis sudah mulai banyak lagi. Setelah bom Bali kedua.. Mungkin pihak teroris nggak tahan lihat Bali sudah mulai crowded lagi dengan turis. Devisa negara mulai mengucur masuk kembali. Pas lagi rame-ramenya, dibom lagi deh :( Nyokap bercerita, Bali sekarang sepi sekali. Hotel-hotel pada pasang tarif semurah-murahnya. 50%-70% diskon gila-gilaan. Suite room di Sanur Paradise Hotel misalnya, seharusnya yang juta-jutaan sekarang tinggal setengah harganya (masih ratusan ribu sih, tapi kalau dibandingkan dengan harga aslinya??). Kebiasaan nyokap untuk ngurut kaki di Kuta pun membawa pulang cerita sedih. Ibu-ibu yang ngurut itu bilang nyokap gw adalah pelanggan dia yang paling pertama setelah hampir 1 bulan dia di situ. Trus nyokap mo bayar dia dengan uang 50rb (tarifnya sekitar 20rb-an), dia nggak punya duit kembali. Akhirnya nyokap harus beli beberapa sarung bali (yang sangat dijual murah!) dan beberapa pernak-pernik, baru deh genap 50rb. Sudah gitu ketika menerima duit, si tukang urut itu langsung cium-cium duit itu lalu tepuk-tepuk uang itu ke tanah sambil bilang "untuk penglaris". Penjual-penjual di pasar seni yang di Kuta (biasanya pasang tarif mahal banget karena daerah wisata!), bisa ditawar sampai serendah-rendahnya. Kasihan sebenarnya kalau sudah begini. Ya, kita yang beli memang mau untung, tapi kalau sampai merugikan penjualnya juga ga enak. Nyokap beli rok lilit bali untukku, harganya Rp 30ribu (biasanya pasang tarif pertama tuh sekitar Rp 45ribu), eh nyokap coba tawar sampai Rp 7500 langsung deal! Kata si penjual, "Iya deh nggak pa pa deh, bu, berapa saja deh Ibu mau beli, daripada hari ini saya nggak makan, hari ini belum ada yang laku.". Dan pada saat itu, sudah menjelang malam. Jadi... penjualnya belum makan dari tadi pagi??? Ya ampun.. hiks.. Tragis! Siapa bilang Bali bisa hidup tanpa pariwisata?? Bali itu bisa berkembang dan hidup seperti itu karena satu-satunya pemasukan mereka berasal dari pariwisata. Mereka berjuang merangkak naik mengumpulkan kepercayaan dunia untuk memulihkan nama baik Bali, eh hancur dalam sekejap dengan ledakan bom sampai dua kali :( Kebayang nggak kalau RUU APP akan diberlakukan? Gw sekarang mengerti kenapa Bali sangat menentang RUU APP. Mau jadi apa kalau Bali sudah tidak menjadi tempat pariwisata lagi? Bukannya Indonesia juga terkenal karena Bali? Ditambah lagi dengan sekelompok orang yang ingin mengancam Bali apabila pemerintah tidak mau turun tangan menangani penolakan Bali terhadap RUU APP? What?? Ini negara demokrasi atau negara komunis sih?? Jadi ingat tanggapan teman-teman luar negeri kalo gw memperkenalkan diri (dengan bangganya) dari Indonesia. "Oh really? Hey, I've been to Bali! Your country is really beautiful! I wanna go there again" "Indonesia? Yes, I know. Bali also Indonesia right? Bali is the great place to relax" "Ah Indonesia, r u from Bali?" Tanggapan mereka yang pertama langsung menghubungkan antara Indonesia dan Bali. Sudah beberapa kali Bali menjadi "korban" akibat kepentingan suatu kelompok di negara ini. Bali salah apa? Tidak ada.. Kalau mau kembali ke sejarah, di luar Indonesia siapa sih yang nggak tahu tragedi hitam di Bali pada sekitar tahun 1966-1967? Soe Hok Gie semasa hidupnya saja menuliskan hal ini di koran judul "Pembantaian Besar-besaran di Bali". Pada zaman itu terjadi pembunuhan sebanyak setengah juta manusia di salah satu pantai di Bali. Setelah itu Bali menjadi sangat menderita dan harus perlahan-lahan merangkak naik untuk memulihkan nama baik mereka. Kamu nggak tahu? Wajar saja, gw juga baru tahu setelah nonton film Gie, kemudian karena penasaran langsung gugling tentang hal ini. Hasilnya? Gw sesaat jadi muak dan malu menjadi orang Indonesia. Kenapa banyak yang nggak tahu? Karena Soe Hok Gie sudah keburu mati muda di gunung Semeru tahun 1969. Karena dulu bukti "begini-begini" harus segera "dimusnahkan" dari bumi Indonesia dengan cara boikot sana-sini, culik sana-sini. Padahal di luaran sana, hal ini masuk dalam sejarah Indonesia. Tetapi yang sejarah dipelajari di sekolah, aduh.. sangat bertentangan. Ok, kenapa sudah merembet jauh nih. Abis gemes sih! Mudah-mudahan setelah posting ini gw ga ikutan "dibungkam", hehehe.. Intinya.. gw sedih melihat ada yang menderita di bawah kegembiraan sekelompok masyarakat yang suka merayakan kegembiraannya dengan meledakkan bom. Indonesia maju? Yeah, right.. In your dreams..

Sunday, March 05, 2006

I'm moving to http://rara.parkirweb.com/ C u there :)

Wednesday, March 01, 2006

Makassar Banjir, Dua Tewas Dikutip dari Tribun Timur Hujan lebat yang turun selama 10 jam henti, menimbulkan banjir di sejumlah kawasan di Makassar dan sekitarnya, Senin (27/2). Banjir terjadi merata di wilayah barat, utara, selatan, dan timur Makassar. Air di beberapa kanal meluap dan menggenangi perkampungan di sekitarnya. Dua warga dilaporkan tewas karena terseret arus. Korban tewas adalah Hairil alias Bagong (15) warga Jl Inspeksi Kanal, Kelurahan Karuwisi, dan Kahar, bocah berusia lima tahun, warga Jl Ince Dg Ngoyo, Tamamaung, Panakkukang, Makassar. Hairil dilaporkan tenggelam di kanal Karuwisi sekitar 07.00 wita. Sedangkan Kahar terbawa arus di selokan dekat rumahnya pada pukul 10.00 wita. Tim SAR dibantu anggota Marinir TNI Angkatan Laut dari Lantamal IV Makassar dan aparat kepolisian dikerahkan untuk mencari korban. Tim SAR menyelam sampai ke dasar kanal untuk mencari korban. Setelah mencari selama kurang lebih tujuh jam, tim SAR berhasil menemukan tubuh korban dari dasar kanal. Jasad Hairil ditemukan dalam keadaan tertelungkup dan tersangkut pengait yang dipasang oleh tim SAR. Makassar Diguyur Hujan, Banjir di Mana-mana Wilayah Panakkukang * Ketinggian air di depan kediaman dinass Wagu Sulsel depan gedung ex Goro mencapai 40 sentimeter * Satu anak tewas tenggelam di kanal Jl AP Pettarani * Satu anak tewas di Jl Ince Dg Ngoyo, belakang Panakkukang Mas * Ketinggian air mencapai 30-50 sentimeter di beberapa jalan menuju kawasan elite Panakkukang Mas Tallo/Rappokalling * Ketinggian air mencapai 1,5 meter * Pasien di RS Jumpandang Baru, Jl Juanda, dievakuasi karena air masuk ke ruang perawatan * Di Wala-walaya, air masuk ke rumah warga * Sebagian besar wilayah Rappokalling banjir * Jl Tol Reformasi/Ir Sutami juga mengalami banjir. Terjadi kemacaten panjang Kawasan Pecinan * Jl Sulawesi, Jl Nusantara, Jl Dr Wahidin, dan Jl Tentara Pelajar - Kantor Bank Permata terendam air sehingga tak bisa beroperasi - Beberapa ATM di kawasan ini juga terendam - Pertokoan juga banyak yang tutup - Jalan di depan Pasar Butung dan Makassar Mal tak bisa dilalui Jl Urip/Racing Centre * Banjir juga melanda Jl Urip Sumiharjo, depan Kantor Pemprov Sulsel dan Jl Racing Centre ...oh my city...

Monday, February 27, 2006

Banjir Di Sekitar Rumahkuu!! Hujan mulai dari subuh tadi, tapi efeknya lama banget. Sampai jam segini (10.20 am) gw belum juga berangkat dari rumah ke klinik. Ini di depan rumah. Angkot-angkot pada mogok semuah. Image hosting by Photobucket Image hosting by Photobucket Ini di samping rumah. Mobil gw ga bisa keluar, ga kelihatan batas antara jalan dan selokannya. Takut nyungsep :P~ Selain itu, bisa-bisa mogok neh karena mobil gw rendah. Image hosting by Photobucket Image hosting by Photobucket Walah.. Padahal sudah lebih 10 tahun gw tinggal di rumah itu loh, cuma sekarang banyak yang lagi membangun dekat rumah, sisa bangunannya bikin mampet selokan aja :( Oh iya, motretnya pake Dopod 818Pro loh :P~